Setelah
sekian lama akhirnya datang lagi ke kota jogja, dimana kota itu selalu
memberikan kerinduan untuk didatangi
Bersama
2 teman pukul 10.30 WIB saya berangkat dari markass power rangers ( tempat
dimana kami sering berkumpul ) menuju jogja. tidak ada yang istimewa sih dari
perjalanan tersebut, yah terkecuali saat sampai di jogja nya, kami terpencar
karena jalanan yang macet dan akhirnya saling berbalas sms untuk cari titik
temu, sepakat ketemu di FIB UGM. Tanpa banyak kompromi langsung saya menuju ke
titik temu tersebut padahal tidak tau dimanakah letak dari gedung FIB UGM
(nekat yang tidak boleh ditiru). Di UGM muter-muter cari gedung FIB gak
ketemu-temu tapi anehnya di pikiran saya malah nyari pom bensin untuk buang air
kecil dan mandi. Emang kadang-kadang pikiran tidak sejalan dengan yang
dilakukan hehehehe…
Sudah
nyerah cari gedung FIB UGM, teman sms kalo titik temu pindah aja ke terminal
concat (bukan tomcat) sekalian makan disitu. Karna terlalu lihai saya langsung
ngebut ke tempat yang dimaksud tanpa cari info dimana letak tepatnya. Alhasil
coba tanya-tanya, sesuai pepatah yang mengatakan malu bertanya sesat dijalan
(aslinya emang udah sesat sih).
Destination
1 bertanya ke bapak-bapak tukang becak, dengan lantangnya bapak itu memberi
ancer-ancer (gak tau bahasa indonesianya) arah menuju terminal concat. Bla bla
bla bla bla mengikuti petunjuk dari bapak tukang becak itu. kampretnya sebelum ketemu lupa
ancer-ancer selanjutnya…..
Destination
2 bertanya ke bapak-bapak tukang tambal ban. Dengan nada sinis bapak itu
memberi tau arah mana yang harus saya ambil. Saya melanjutkan perjalanan sesuai
dengan petunjuk dari bapak tadi sambil berpikir kenapa bapak itu jawab dengan
sinis ? (apa mungkin dikira bapak itu saya mau nambal ban, soalnya bapak itu
mendatangi saya dengan senyuman yang menggebu-gebu dan ternyata saya cuman
tanya jalan). Sampailah di perempatan yang dimaksud bapak tadi, oke ini
perempatan itu tapi belum juga menemukan tempat yang saya cari.
Destination
3 bertanya ke ibu-ibu sambil gendong anak. Belum sempet juga tanya ibu tersebut
langusng melarikan diri, apa wajah saja terlalu kriminal sampe ibu itu kabur
begitu saja tanpa mendengarkan sepatah dua kata yang keluar dari mulut ini (oke
mulai lebay) -_-.
Destination
4 bertanya ke penjaga toko kelontong, tadinya berpikir orangnya kalau ngomong
lemah lembut, ternyata sedang bindeng. Dijawabnya “ini lurus, ntar ada
perempatan ngalor”, dalam hati bilang “modyar kwe, arah utara selatan wae rak
mudeng ndi ne, iki ngalor”. Tapi yaudahlah ikutin feeling aja dan akhirnya ketemu
tempatnya.
Untuk
kelanjutannya bersambung ke posting berikutnya . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar